.

.

TRENDING NOW

Iklan
Media Online ManadoSatuNews.com
Baliho Elly Lasut di salah satu jalan raya kota Manado
MSC.MANADO - Salah satu bakal calon (Balon), Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang digadang - gadang maju pada Pilkada Sulut 2020 mendatang, Elly Engelbert Lasut terus melakukan sosialiasi.

Sosialisasi yang dilakukan Bupati Kabupaten Talaud ini mendapat sorotan dari warga, Menurut Romi salah satu warga Kecamatan Wenang yang juga simpatisan Partai Nasdem, menyayangkan adanya alat kampanye yang ada dijalan raya Manado telah menggunakan lambang dari Partai Nasdem, "Kami adalah simpatisan partai Nasdem Manado" kata Romi.

Yang menjadi pertanyaan kami, lanjut Romi, "Mengapa ketua partai Berkarya Sulut menggunakan lambang Partai Nasdem di balihonya ?" sebagai bakal calon Gubernur,” ungkapnya.

Dia mempertanyakan, apakah partai Nasdem sudah mengeluarkan surat keputusan untuk calon Gubernur Sulut. Karena setahu dirinya, belum ada SK dari DPP Partai Nasdem untuk seluruh bakal calon, selain Minut.

“Orang-orang beranggapan Pak Elly adalah kader NasDem, padahal kan saya tau beliau ini di ketua Partai Berkarya Sulut. Harusnya kader Partai NasDem pertanyakan ini di internal partai,” pungkasnya.

Peliput : Muhammad Fajriansyach
Editor  : Afif Akbarsyah
Media Online ManadoSatuNews.com

MSC,Jakarta - Sikap tegas Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa,MM dalam menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Diantaranya dari Anggota DPD asal Sulawesi Utara Jaffar Alkatiri.
“Ini bagus, tidak ada negosiasi, langsung ditutup. Tidak banyak kompromi, tutup ditempat. Beliau tidak lagi menunggu segala macam rapat dan diskusi. Prinsipnya sederhana kalian punya izin silahkan dibuka,”tandas Jafar. 

Bahkan menurutnya karena langkah tegas Kapolda yang baru ini tambang ilegal di Sulawesi Utara berhenti beroperasi. ”Ini bukti bahwa Kapolda tegas. Sekarang sudah ditutup, tanpa embel-embel, tanpa di bawah ke rapat. Sampai sekarang pun masih tutup,”kata Jafar lagi. 

Selanjutnya Ia meminta Pemerintah Daerah untuk membuat secara jelas mana wilayah yang diperbolehkan untuk pertambangan dan mana yang tidak boleh.
"Pemerintah harus membuatnya dalam Peraturan Daerah. Dalam penetapan wilayah tersebut, Pemerintah perlu juga memperhatikan kepentingan masyarakat biasa yang mungkin sudah turun temurun hidupnya dari pertambangan. Beri mereka juga ruang untuk berusaha,”kata Jafar lagi. 

Selain itu Pemerintah Daerah juga menurut Wakil Ketua Komite I DPD RI ini perlu mengatur dan membina masyarakat bagaimana menambang secara baik dan benar. “Kalau di wilayah yang diusahakan oleh perusahaan, harus jelas bagaimana proses perizinannya. Semuanya harus jelas agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan yang ilegal,”terang Jafar.

Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Drs Royke Lumowa, MM bersama tim melakukan penertiban atas kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di beberapa wilayah di Propinsi Sulawesi Utara. Salah satunya di Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamaran Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. 

Ketegasan ini pun mendapat dukungan dari Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Utara Theodoron Berenc Victor Runtuwene “Ini langkah maju dari Pihak Kepolisian yang tidak hanya memberi statement di media tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan,”ungkap Theo.

Ia mengatakan kehadiran tambang illegal di Sulawesi Utara khusus di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Tenggara sudah sangat meresahkan. “Terutama di Bolaang Mongondow yang sempat menjadi perhatian nasional karena ada kecelakaan yang menyebabkan sejumlah penambang meninggal dunia,” tandasnya.
Media Online ManadoSatuNews.com
MSC.MANADO - Direktur Perusahaan Daerah Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh.SE menyediakan tong air bersih di tempat - tempat yang menjadi Wilayah PD Pasar Kota Manado ( 26 / 3 / 2020 )

Seperti Pasar Tradisional yang ada di kota Manado,Salah satunya di tempat Pariwisata kuliner yang ada di kota manado,Jalan roda ( Jarod ) dengan Pengunjung yang begitu padat Tempat bertemu para Masyarakat Sulawesi Utara.

Kepedulian pemerintah kota manado perpanjangan tangan dari walikota Manado maka Direktur PD Pasar Kota Manado Stenly Suwuh. SE menyediakan Tong Air Bersih dan sabun cuci tangan agar Warga bisa mencegah Wabah Virus Corona atau Covid 19.

Data terakhir dari Kementrian Kesehatan RI dengan sebaran virus Corona (Covid 19) per/ 23 Maret 2020 pukul 15:45 WIB.

di Indonesia kasus positif 579, meninggal dunia 49, sembuh 30.
Di seluruh dunia kasus positif 341,368, meninggal dunia 14,759, sembuh 98,866.

dan Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH, saat memaparkan perkembangan Covid-19 di Sulut dalam konferensi pers, Selasa (24/3/2020).

Diterangkan Dandel, kasus baru terkonfirmasi positif ini sebelumnya masuk kriteria kontak erat risiko tinggi Kasus 58. Jenis kelamin perempuan berusia 32 tahun, tercatat warga Kota Manado.

Dengan Jumlah Pengidap Virus Corona maka Direktur PD Pasar Stenly Suwuh Menghimbau kepada Pedagang dan Pembeli yang ada di Pasar Pasar Tradisional agar lebih Waspada Salah satunya Pemerintah Sudah Menyediakan Tong Air Bersih dan Sabun pencuci tangan.

M.F.Ismail
[Afif
Media Online ManadoSatuNews.com
MSC.MANADO - Data terakhir dari Kementrian Kesehatan RI dengan sebaran virus Corona (Covid 19) per/ 23 Maret 2020 pukul 15:45 WIB 

Di Indonesia kasus positif 579, meninggal dunia 49, sembuh 30.
Di seluruh dunia kasus positif 341,368, meninggal dunia 14,759, sembuh 98,866.

Kondisi ini tentu harus menjadi tanda awas di seantero Dunia, khusus untuk Indonesia, Pemerintah telah memperpanjang masa waktu darurat Covid 19 selama 91 hari. 

Direktur Oprasional Perusahaan Daerah (Dir ops PD Pasar) Kota Manado Tommy Sumelung (Tomsu) saat berbincang dengan awak media. Selasa (24/03/2020) mengenai penanggulangan Virus Corona atau Covid 19.

"Saat ini manusia menghadapi krisis akut tidak hanya karena coronavirus, tetapi juga karena kurangnya kepercayaan di antara manusia. Untuk mengalahkan epidemi,

Masyarakat perlu mempercayai para pakar sains, warga negara perlu mempercayai otoritas publik, dan negara-negara harus saling percaya. 

"Sebagai akibatnya, kita sekarang menghadapi krisis kehilangan pemimpin global yang dapat menginspirasi, mengatur, dan membiayai respons global yang terkoordinasi. 

Selama epidemi Ebola 2014, AS berperan sebagai pemimpin seperti itu. AS memenuhi peran serupa juga selama krisis keuangan 2008, ketika negara itu mendukung negara-negara untuk mencegah krisis ekonomi global. 

"Namun dalam beberapa tahun terakhir AS telah menarik diri dari perannya sebagai pemimpin global. Pemerintahan AS saat ini telah memangkas dukungan untuk organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan telah menegaskan diri sangat jelas di mata dunia bahwa AS tidak lagi memiliki teman sejati--ia hanya memiliki kepentingan. 

Ketika krisis coronavirus meletus, AS tetap bergeming, dan sejauh ini menahan diri untuk tidak mengambil peran utama. Bahkan jika pada akhirnya mencoba untuk mengambil alih kepemimpinan, kepercayaan pada pemerintahan AS saat ini telah terkikis sedemikian rupa, sehingga hanya sedikit negara yang mau mengikutinya. 

"Apakah Anda akan mengikuti pemimpin yang moto-nya adalah "Aku Duluan"?

Kekosongan yang ditinggalkan oleh AS belum diisi oleh pihak lain. Justru sebaliknya. Xenophobia, isolasionisme, dan ketidakpercayaan kini menjadi ciri sebagian besar sistem internasional. 

"Tanpa kepercayaan dan solidaritas global kita tidak akan bisa menghentikan epidemi coronavirus, dan kita cenderung melihat lebih banyak epidemi seperti itu di masa depan. 

Tetapi setiap krisis juga merupakan peluang. Semoga epidemi saat ini akan membantu umat manusia menyadari bahaya akut yang ditimbulkan oleh perpecahan global. 

"Untuk mengambil satu contoh yang menonjol, epidemi bisa menjadi peluang emas bagi Uni Eropa (E.U). untuk mendapatkan kembali dukungan rakyat yang telah hilang dalam beberapa tahun terakhir. 

Jika anggota E.U. yang lebih beruntung dengan cepat dan murah hati mengirim uang, peralatan, dan tenaga medis untuk membantu rekan-rekan mereka yang paling kena dampak, ini akan membuktikan nilai ideal Eropa lebih baik daripada nilai pidato. 

"Tapi jika masing-masing negara dibiarkan berjuang sendiri, maka epidemi itu mungkin akan menjadi lonceng kematian bagi E.U.

Di saat krisis ini, perjuangan krusial terjadi di dalam kemanusiaan itu sendiri. Jika epidemi ini menghasilkan perpecahan yang lebih besar dan ketidakpercayaan di antara manusia, itu akan menjadi kemenangan virus terbesar.

"Ketika manusia berselisih--virus berlipat ganda. Sebaliknya, jika epidemi menghasilkan kerja sama global yang lebih dekat, itu akan menjadi kemenangan tidak hanya terhadap virus corona, tetapi juga terhadap semua patogen/parasit di masa depan.

M.F.Ismail
[Afif